pagi
Ributnya suara pintu memaksa saya untuk bangun ketika langit masih gelap. Mata masih berat. Kantuk belum juga hilang. Ah, tampaknya kasur itu menawarkan kenikmatan yang sangat. Akan tetapi, kewajiban untuk langsung menunaikan shalat shubuh berhasil mengalahkan godaan hangatnya selimut diatas kasur. Meski saya tahu, dinginnya udara selama berjalan ke mushola dibelakang itu akan segera menghilangkan rasa kantuk. Tak apa lah, toh tidurnya bisa dilanjutkan nanti setelah sholat.
Sambil melangkah meniti jalan, sayup terdengar suara dari sela pepohonan. Jauh disana terdengar kicau burung menyambut fajar menanti. Riuh dan riang nyanyian bersahut-sahutan tak kunjung berhenti. Mungkin sepuluh, lima puluh burung bernyanyi pagi ini. Subhanallah, harmoni yang indah sekali. Sesuatu yang sudah lama tak saya jumpai. Tak pernah pula saya perhatikan, hingga detik ini.
Suasana kampus ini memang jauh berbeda dengan dirumah. Pepohonan masih lebat berdiri, menjadikan burung-burung betah bernyanyi.
foto from Luiz Edvardo’s flickr
2 Notes/ Hide
-
xandriacyrus said:
dimana nih wari?
-
wari posted this
